Regulator Perekenomian Indonesia

Translate

Minggu, 12 Oktober 2014


KOPERASI DALAM BEBERAPA PERSPEKTIF

Dalam kamus besar bahasa Indonesia koperasi merupakan perserikatan yang bertujuan memenuhi keperluan para anggotanya dengan cara menjual barang keperluan sehari-hari dengan harga murah.
Koperasi di Indonesia terbentuk berdasarkan pemikiran Budi Utomo pada tahun 1908 yang mengatakan bahwa rakyat yang lemah ekonominya tidak akan bia membentuk negara yang kuat, maka organisasi gerakan nasional menganjurkan pembentukan koperasi di kalangan rakyat atau membentuk sendiri koperasi-koperasi. Budi Utomo dan Serikat Dagang Islam (kemudian menjadi Serikat Islam) membentuk koperasi-koperasi rumah tangga atau toko koperasi (koperasi Konsumen) yang disebut “toko andeel”. Tetapi karena pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola koperasi konsumen masih sangat kurang maka koperasi-koperasi tersebut tidak bertahan lama. Ada beberapa teori yang memaparkan mengenai koperasi, di antaranya:

1. KONSEP KOPERASI
Munker dari University of Marburg, Jerman Barat membedakan
konsep koperasi menjadi dua:
1.Konsep Koperasi Barat
menyatakan bahwa koperasi merupakan organisasi swasta, yg dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi.
2. Konsep Koperasi Sosialis
Menyatakan bahwa koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah, dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.
3. Konsep Koperasi Negara berkembang
Mengacu kepada kedua konsep sebelumnya, namun koperasi sudah berkembang dengan ciri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya.

2. ALIRAN KOPERASI

Menurut Paul Hubert Casselman koperasi di bagi menjadi 3 aliran yaitu:
1.Aliran Yardstick
Koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi dan menetralisasikan dan mengoreksi berbagai keburukan yang di timbulakan oleh sistem kapitalisme.
2. Aliran Sosialis
Koperasi di pandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. koperasi merupakan alt pemerintah untuk menjadi bawahan pemerintah, koperasi ini tidak memiliki otonomi.
3.Aliran Persemakmuran
Koperasi berperan untuk mencapai kemakmuran masyarakat yang adil,merata.Koperasi memegang peran uang utama dalam struktur perekonomian masyarakat.Hubungan dengan pemerintah bersifat kemitraan. Koperasi ini tetap memiliki otonomi dan juga pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan koperasi. Sejarah pertumbuhan koperasi di dunia ini disebabkan karna tidak dapat di selesaikannya masalah-masalah kemiskinan atas dasar semangat individualisme. Koperasi terbentuk sebagai alat untuk memperbaiki masalah-masalah dan kelemahan-kelemahan dari perekonomian yang ber bentuk kapitalistis. Koperasi yang terbentuk pertama di Inggris berusaha mengatasi masalah keperluan konsumsi para anggotanya dengan cara kebersamaan yang dilandasi atas dasar prinsip-prinsip keadilan yang selanjutnya memunculkan prinsip-prinsip keadilan yang dikenal dengan “Rochdale Principles”.

Dan Latar belakang munculnya aliran koperasi adalah karna adanya perbedaan ideologi setiap bangsa. Setiap sistem perekonomian suatu bangsa juga akan menjiwai ideologi bangsanya dan aliran koperasinya,serta akan menjiwai sistem perekonomian dan ideologi bangsa tersebut. Secara umum aliran koperasi yang dianut oleh berbagai negara di dunia ini dapat dikelompokan berdasarkan peranan gerakan koperasi.

Keterkaitan Ideologi Sistem Perekonomian, Aliran Koperasi Ideologi system perekonomian dan aliran koperasi tentunya berbeda, satu dintaranya memiliki pengertiannya masing-masing tetapi saling memeiliki keterkaitan.

Paul Hubert Casselman membaginya menjadi 3 aliran,yaitu :
1 . Aliran Yardstick
2 . Aliran Sosialis
3 . Aliran Persemakmuran


1. Aliran Yardstick
Aliran Yardstick pada umunya adalah aliran yang sering ditemukan atau dapat kita lihat di negara kapitalis atau negara yang perekonomiannya menganut liberal. Aliran ini bisa menjadi kekuatan yang seimbang, menetralisasikan dan mengkoreksi segala keburukan dari sistem kapitalisme. Hubungan Pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat netral. Penagruh aliran ini sangat jelas terlihat di negara-negara maju seperti AS, Perancis, Swedia, Denmark, Belanda, Dan lain-lain.

2. Aliran Sosialis
Aliran Sosialis terbentuk karna tidak lepas dari berbagai keburukan yang timbul oleh sistem kapitalisme. Aliran ini bisa di anggap sebagai alat yang paling efektif atau paling bagus untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Pengaruh aliran ini banyak di jumpai di Negar-negara Eropa timur dan Rusia.

3. Aliran Persemakmuran

Aliran persemakmuran ini memandang koperasi sebagai alat yang efektif dan efisien dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat serta dapat menjadi wadah ekonomi rakyat yang berkedudukan strategis dan memegang peran utama dalam perekonomian masyarakat.
Sumber:
Kamus Besar Bahasa Indonesia
http://henisari.blogspot.com/2011/10/latar-belakang-munculnya-aliran.html

Kamis, 22 Mei 2014

TUGAS 6/ PEREKONOMIAN INDONESIA

1. Apa yang dimaksud dengan :

Resesi : Dalam ekonomi makro, resesi atau kemerosotan adalah kondisi ketika produk domestik bruto (GDP) menurun atau ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun. Resesi dapat mengakibatkan penurunan secara simultan pada seluruh aktivitas ekonomi seperti lapangan kerja, investasi, dan keuntungan perusahaan. Resesi sering diasosiasikan dengan turunnya harga-harga (deflasi), atau, kebalikannya, meningkatnya harga-harga secara tajam (inflasi) dalam proses yang dikenal sebagai stagflasi. Resesi ekonomi yang berlangsung lama disebut depresi ekonomi.


Devaluasi : evaluasi adalah menurunnya nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri. Jika hal tersebut terjadi, biasanya pemerintah melakukan intervensi agar nilai mata uang dalam negeri tetap stabil. Istilah devaluasi lebih sering dikaitkan dengan menurunnya nilai uang satu negara terhadap nilai mata uang asing. Devaluasi juga merujuk kepada kebijakan pemerintah.


Kebijakan moneter :Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang.Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.

Revaluasi : Revaluasi adalah meningkatnya nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri. Jika hal tersebut terjadi, maka pemerintah melakukan intervensi agar nilai mata uang dalam negeri tetap stabil. Istilah revaluasi lebih sering dikaitkan dengan meningkatnya nilai uang suatu negara terhadap nilai mata uang asing. Revaluasi juga merujuk kepada kebijakan pemerintah.

Embargo : Dalam perniagaan dan politik internasional, embargo adalah pelarangan perniagaan dan perdagangan dengan sebuah negara.Embargo umumnya dideklarasikan oleh sekelompok negara terhadap negara lain untuk mengisolasikannya dan menyebabkan pemerintah negara tersebut dalam keadaan internal yang sulit. Keadaan yang sulit ini dapat terjadi akibat pengaruh dari embargo yang menyebabkan ekonomi negara yang dilawan tersebut menderita karenanya.Embargo biasanya digunakan sebagai hukuman politik bagi pelanggaran terhadap sebuah kebijakan atau kesepakatan. Salah satu contoh embargo adalah yang pernah diterapkan Amerika Serikat terhadap Indonesia dari tahun 1999 hingga 2005 dalam hal pengadaan senjata militer akibat pelanggaran HAM yang dilakukan ABRI di Timor Timur.


2. Apa yang dimaksud dengan “Laju Pertumbuhan Penduduk Lebih Besar dari Laju Pertumbuhan Ekonomi”?

Pertumbuhan penduduk yang tinggi dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Karena itu, meskipun program keluarga berencana (KB) digalakkan Indonesia, di sisi lain diperlukan angka pertumbuhan penduduk yang tinggi untuk meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi.

Dari hasil berbagai penelitian para pakar ekonomi-demografi sejak tahun 2000-an, dapat disimpulkan bahwa (i) pertumbuhan penduduk mempunyai hubungan kuat-negatif dan signifikan terhadap laju pertumbuhan ekonomi; (ii) penurunan pesat dalam fertilitas memberikan kontribusi yang relevan terhadap penurunan kemiskinan.
Variabel penduduk dan ekonomi yang diikutsertakan dalam rumus itu adalah GDP per kapita, GDP per kapita/per sen, laju pertumbuhan penduduk, per sen perubahan jumlah penduduk usia kerja, angka kelahiran kasar (CBR), angka kematian kasar (CDR), rasio ketergantungan anak muda, rasio ketergantungan Lansia, kepadatan penduduk dan jumlah penduduk.

3. Apa yang dimaksud dengan Kemiskinan relative dan Kemiskinan absolud? Serata berikan contohnya !

~ Kemiskinan secara absolut ditentukan berdasarkan ketidakmampuan untuk mencukupi kebutuhan pokok minimum. Contohnya: keluarga yang tidak mendapatkan penghasilan yang cukup.

~ Kemiskinan relatif merupakan kondisi masyarakat karena kebijakan pembangunan yang belum mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat sehingga menyebabkan ketimpangan distribusi pendapatan. Contohnya: Mahalnya biaya kehidupan pokok di negara tersebut sehingga banyak masyarakat yang kurang mampu.

Menurut Bank Dunia (World Bank, 2006), ada tiga ciri yang menonjol dari kemiskinan di Indonesia :

1.Banyak rumah tangga yang berada disekitar garis kemiskinan nasional, yang setara dengan AS$1,55 per hari, sehingga banyak penduduk yang meskipun tergolong tidak miskin tetapi rentan terhadap kemiskinan.

2.Ukuran kemiskinan didasarkan pada pendapatan, sehingga tidak menggambarkan batas kemiskinan yang sebenarnya. Banyak orang yang mungkin tidak tergolong miskin dari segi pendapatan dapat dikategorikan sebagai miskin atas dasar kurangnya akses terhadap pelayanan dasar serta rendahnya indikator-indikator pembangunan manusia.

3.Mengingat sangat luas dan beragamnya wilayah Indonesia, perbedaan antar daerah merupakan ciri mendasar dari kemiskinan di Indonesia.

Senin, 12 Mei 2014

#PEREKONOMIAN INDONESIA

A. Alasan Peredaran Uang di Indonesia yang Memicu Timbulnya Inflasi

Berbicara mengenai peredaran uang tentu akan berhubungan pula dengan kenaikan harga-harga atau istilah dalam ilmu ekonomi yaitu gejala inflasi. Kenapa saya berbicara demikian? Karena dua kata ini (peredaran uang dan inflasi) berhubungan dengan kata sebab-akibat. Para pakar ekonomi Indonesia sudah memprediksikan bahwa sebab dari tingginya peredaran uang di masyarakat akan mengakibatkan inflasi. Apabila peredaran uang di masyarkat tinggi maka tidak menutup kemungkinan daya beli masyarakat juga akan tingga. Akibat dari daya beli masyarakat tinggi maka akan timbul inflasi. Lantas, siapa yang berhak mengatur dan mengendalikan ini semua? Di indonesia yang dapat mengendalikan peredaran uang dan inflasi yaitu Bank Indonesia (BI). Salah satu kebijakan moneter Bank Indonesia untuk menekan peredaran uang di kalangan masyarakat yaitu dengan politik diskonto (disconto policy). Kebijakan ini dipakai Bank Indonesia untuk menaikan dan menurunkan suku bunga atau yang dikenal dengan BI rate. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk meningkatkan tabungan masyarakat di bank. Dengan pemerintah menaikan suku bunga maka otomatis masyarakat akan berbondong-bondong meyimpan uangnya di bank. Maka dari itu, uang yang beredar di masyarakat akan berkurang

B. Alasan Inflasi yang Disebabkan Kenaikan Produksi Kurang diharapkan dalam Perekonomian Indonesia

Terjadinya inflasi disebabkan oleh dua faktor yang mendasar, yaitu faktor tarikan permintaan dan desakan produksi atau distribusi. Dari kedua faktor ini ada satu faktor yang kurang diharapkan oleh perekonomian Indonesia yang diwakili Bank Indonesia. Bank Indonesia kurang mengharapkan inflasi yang terjadi karena faktor desakan produksi atau distribusi. Saya sependapat dengan Bank Indonesia ini, karena apabila inflasi terjadi karena faktor desakan produksi atau distribusi sudah menjadi ketentuan terjadinya kenaikan harga-harga karena ini inflasi. Yang menjadi alasan kurang diharapkan oleh desakan produksi ini menurut pendapat saya pribadi karena faktor ini akan mengurangi kegiatan produksi. Berkurangnya produksi ini diakibatkan oleh hal yang tidak wajar. Seperti halnya terjadi penimbunan minyak besar-besaran di suatu daerah oleh oknum tertentu. Penimbunan ini akan memicu terjadinya inflasi karena faktor tadi berkurangnya produksi. Apabila terjadi kekurangan produksi maka akan terjadi kenaikan harga-harga atau sering disebut inflasi. Hal yang semacam inilah yang kurang diharapakan perekonomian Indonesia. Masih hal-hal semcam ini, seperti bencana alam, cuaca, kelangkaan bahan baku, dan lain sebagainya. Namun hal ini tidak dapat dipungkiri karena ini terjadi di luar kekuasaan manusia.

C. Beberapa Faktor yang Menyebabkan Timbulnya Perdagangan Internasional

Sekarang akan membahas sedikit mengenai faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perdagangan internasional. Ada beberpa faktor yang menyebabkan timbulnya perdagangan internasional. Namun, saya hanya akan menyebutkan dan menjelaskan 4 faktor saja. Di antarnaya:
1. Potensi Alam: Setiap negara meiliki sumber daya alam yang berbeda-beda baik itu dari segi hayati maupun non hayati. Salah satu negara terbesar yang memiliki kekayaan sumber daya alam hayati dan non hayati yaitu, Indonesia. Seluruh negara baik asia maupun eropa memandang Indonesia sebagai sumber kebutuhan dari ekonomi mereka. Sehingga di sini lah timbul kerjasama antar negara dan menimbulkan perdagangan internasional.
2. Pendapatan Negara: Tidak hanya manusia yang perlu meningkatkan pendapatan. Negara pun membutuhkan peningkatan pendapatan karena untuk memenuhi kebutuhan warga negaranya. Salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan negara yaitu dengan melakukan perdagangan internasional. Hal ini akan memberikan keuntungan tersendiri untuk setiap negara.
3. Globalisasi: seperti halnya manusia negara pun tidak dapat hidup sendiri tentu membutuhkan negara lain. Apalagi di zaman era globalisasi ini. Maka di sinilah akan terjadi perdagangan internsional.
4. Kesamaan Selera: Indonesia dan Malaysia memliki kesamaan selera dari segi Franchise, seperti halnya yang dilansir di berita ekonomi okezone.com. Dan di sinilah timbul perdagangan internasional antara dua negara ini.

Sumber:
Economic.okezone.com
Wikipedia.com







Senin, 28 April 2014

1. Pengertia dan Jenis-Jenis Pasar
Berdasarkan ilmu pemasaran, pasar merupakan kelompok individual (perorangan maupun organisasi) yang mempunyai permintaan terhadap barang tertentu, berdaya beli, dan berniat merealisasikan pembelian tersebut. Namun pasar yang maksud bukanlah dalam pandangan ilmu pemasaran melainkan menurut pandangan ekonomi.
Para ekonom berpendapat bahwa pasar merupakan wahana atau tempat bertemu antara penjual dan pembeli untuk mempertukarkan barang-barang mereka. Pasar yang dimaksud bisa merujuk kepada suatu negara tempat suatu barang dijual dan dipasarkan. Pasar sendiri memiliki beberapa jenis. Dari jenis-jenis tersebut ada 5 jenis pasar yang dapat dikelompokan, di antaranya:
• Pasar barang menggambarkan pertemuan antara permintaan dan penawaran akan barang. Sebuah perusahaan atau individu dapat beroperasi di pasar barang dengan menawarkan barang hasil produksi atau pula melakukan permintaan akan produk.
• Pasar tenaga kerja merupakan pertemuan antara permintaan dan penawaran tenaga kerja. Pertemuan ini akan menghasilkan konsep upah dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. Biasanya yang melakukan permintaan adalah badan usaha (perusahaan), lembaga-lembaga, instasi-instasi, atau dapat juga perseorangan, sedangkan yang melakukan penawaran tenaga kerja adalah angkatan kerja yang tersedia di pasar kerja.
• Pasar uang adalah pertemuan antara permintaan dan penawaran uang. Dalam pasar uang yang ditransaksikan adalah hak menggunakan uang untuk jangka waktu tertentu. Di pasar uang terjadi pinjam meminjam dana, yang selanjutnya menimbulkan hubungan utang piutang. Pihak yang melakukan penawaran uang adalah otoritas moneter (Bank sentral dan pemerintah) dan lembaga keuangan (bank dan bukan bank), sedangkan pihak yang melakukan permintaan adalah masyarakat (rumah tangga dan perusahaan).
• Pasar modal dalam arti sempit identik dengan bursa efek. Dalam arti luas, pasar modal adalah pertemuan antara mereka yang mempunyai dana dengan mereka yang membutuhkan dana untuk modal usaha. Jika pasar uang lebih memfokuskan pada penggunaan jangka pendek, maka pasar modal lebih memfokuskan pada penggunaan jangka panjang.
• Pasar luar negeri menggambarkan hubungan antara permintaan dalam negeri akan produk impor dan penawaran ke luar negeri berupa produk ekspor.

2. Keberlakuan Pasar Bebas di Indonesia
Adam Smith dalam bukunya yang berjudul The Wealth of Nation (1776) juga menunjukkan bahwa kebebasan berusaha didorong oleh kepentingan ekonomi pribadi merupakan pendorong kuat menuju kemakmuran bangsa. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pasar bebas ini dapat menciptakan efisiensi yang cukup tinggi dalam mengatur kegiatan perekonomian.
Seiring dengan era globalisasi pada saat ini juga lah sistem pasar bebas berlaku di Indonesia. Penyebab berlakunya sistem tersebut karena Indonesia sendiri tidak seluruhnya dapat memenuhi hajat warga negaranya. Sehingga sistem pasar bebas sedikit demi sedikit menjalar di Indonesia.
3. Masalah Indonesia Berdasarkan Aspek Produksi
Jika kita mau menghubungkan masalah perekonomian Indonesia dengan pegangguran dan kemiskinan, tentu kondisi ekonomi Indonesia masih jauh disebut stabil. Usaha pemerintah untuk memenuhi bahan pokok sering dapat kendala. Diliha dari aspek produksi, masalah-masalah yang dihadapi Indonesia cukup banyak. Indonesia harus berulang-ulang mengimpor beras atau gandum dari negara lain. Output pertanian kita sampai sekarang masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam negeri. Inilah salah satu masalah Indonesia apabila dilihat dari aspek produksi.

Selasa, 22 April 2014


Definisi Tabungan

Tabungan adalah simpanan dari pihak ketiga yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro dan atau alat lainya yang dapat dipersamakan dengan itu. Selain itu, tabungan juga sering diartikan sebagai pendapatan suatu masyarakat yang tidak di belanjakan dan hanya disimpan sebagai cadangan yang digunakan untuk berjaga-jaga dalam jangka pendek.
Tabungan nasional (national saving) dapat didefinisikan sebagai pendapatan total dalam perekonomian yang tersisa setelah dipakai untuk pengeluaran pemerintah dan konsumsi. Dalam suatu negara, investasi domestik dapat dibiayai oleh tabungan nasional dan pinjaman dari luar negeri. Total dana yang tersedia untuk membiayai investasi (I) sama dengan tabungan nasional (S+(T-G)) ditambah dengan pinjaman dari luar negeri (X-M). secara matematis dapat dirumuskan :
I = S + (T-G) + (X-M) …………………………..…….……….(1.1)
Namun untuk mengurangi ketergantungan suatu negara terhadap bantuan dari pihak lain, tabungan nasional diutamakan sebagai sumber pembiayaan investasi domestik. Secara garis besar, tabungan nasional diciptakan oleh tiga pelaku, yaitu pemerintah, perusahaan dan rumah tangga.
Tabungan pemerintah merupakan selisih antara realisasi penerimaan dengan pengeluaran pemerintah. Tabungan perusahaan merupakan kelebihan pendapatan (laba) yang tidak dibagikan kepada pemegang saham yang besarnya dapat diketahui dari neraca perusahaan. Sedangkan tabungan rumah tangga merupakan bagian dari pendapatan yang diterima rumah tangga yang tidak dibelanjakanuntuk keperluan konsumsi. Secara matematis persamaan tabungan dapat dijabarkan sebagai berikut:
Jika tabungan swasta adalah S = (Y-T) – C dan
Tabungan pemerintah adalah (T-G), maka

Tabungan nasional = S + (T-G)
= (Y-T) – C +(T-G)
= Y – C - G ………………………….….……..(1.2)
dimana S adalah tabungan swasta
Y adalah pendapatan aggregat
T adalah pendapatan pajak netto
C adalah konsumsi
G adalah pengeluaran pemerintah
Jika T-G bernilai positif, maka pemerintah akan mengalami budget surplus, dan sektor ini akan ditambahkan pada sektor swasta untuk menambah sumber pembiayaan investasi. Namun jika T-G bernilai negatif berarti pemerintah mengalami budget deficit, dan pemerintah harus meminjam dana dari pihak lain.

• Tujuan Menabung adalah :
1. Penyisihan sebagian hasil pendapatan nasabah untuk dikumpulkan sebagai cadangan hari depan
2. Sebagai alat untuk melakukan transaksi bisnis atau usaha individu / kelompok.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tabungan
Menurut ekonom klasik, seperti Adam Smith, tabungan merupakan fungsi dari tingkat bunga. Tingkat bunga merupakan pembayaran dari tidak dilakukannya konsumsi, imbalan dari kesediaan untuk menunggu dan tidak dilakukannya konsumsi dan pembayaran atas penggunaan dana. Oleh karena itu, jika tingkat bunga naik, jumlah tabungan juga akan meningkat. Tingkat bunga ditentukan dari titik keseimbangan antara tabungan dan investasi.
Alfred Marshall dari kaum neoklasik mengemukakan bahwa terdapat faktor ekonomi dan non ekonomi yang mempengaruhi tabungan. Diantara faktor-faktor ekonomi tersebut, dia menekankan pada tingkat bunga, walaupun mungkin ada keadaan dimana tetap ada tabungan walaupun tungkat bunga negatif.
Menurut teori ‘Ricardian Equivalence’, peningkatan pada defisit anggaran pemerintah akan menstimulasi tabungan swasta karena mereka berekspektasi akan terjadi peningkatan pada kewajiban pajak mereka di masa yang akan dating. Sebagai hasilnya, mereka akan mengurangi tingkat konsumsinya dan meningkatkan tabungan. Tetapi teori ‘Ricardian Equivalence’ tidak dapat digunakan di negara berkembang (Hadjimicheal et al 1995), karena diperlukan adanya eksistensi pasar modal yang efisien, yang jarang ditemui pada karakteristik negara-negara berkembang.
Selain tingkat bunga, pendapatan juga dikatakan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi tabungan nasional.
Pendapat tersebut dikemukakan oleh J.M. Keynes dalam teorinya mengenai kecenderungan untuk mengkonsumsi (propensity to consume) yang secara eksplisit menghubungkan antara tabungan dan pendapatan. Keynes menyatakan suatu fungsi konsumsi modern yang didasari oleh perilaku psikologis modern, yaitu apabila terjadi peningkatan pada pendapatan riil, peningkatan tersebut tidak digunakan seluruhnya untuk meningkatlkan konsumsi, tetapi dari sisa pendapatan tersebut juga digunakan untuk menabung, hal ini dapat dijelaskan dalam persamaan berikut :
S ≡ Y – C ………………………………………………..……….……..(1.3)
C = Ĉ + cY ; Ĉ > 0 ;0 < c <1 span="">
Dimana : S = saving
Y = income
Ĉ = intercept; tingkat konsumsi ketika pendapatan nol
c = marginal propensity to consume
Jika kedua persamaan (1.3) dan (1.4) atau disebut juga budget constraint tersebut digabungkan, maka akan menjelaskan fungsi persamaan tabungan. Fungsi persamaan tabungan sendiri menjelaskan hubungan tingkat tabungan dan tingkat pendapatan. Dengan mensubstitusi persamaan konsumsi (1.3) dengan persamaan budget constraint (1.4), maka kita akan mendapatkan fungsi persamaan tabungan :
S ≡ Y – C = Y - Ĉ – cY = - Ĉ + (1-c)Y ………………..……….(1.5)
Dari persamaan (1.5) kita dapat melihat bahwa tabungan memiliki hubungan positif dengan pendapatan karena marginal propensity to save, s =1 – c, adalah positif. Dengan kata lain, tabungan meningkat ketika pendapatan meningkat.
The life-cycle permanent income theory of consumption and saving (Modigliani,1986) menjelaskan tentang pilihan bagaimana memelihara standar hidup yang stabil dalam menghadapi perubahan pendapatan dalam waktu hidup seseorang. Jadi, teori ini menjelaskan hubungan antara pendapatan sepanjang waktu, konsumsi, dan tabungan. The life cycle hypothesis melibatkan individu, untuk merencanakan perilaku konsumsi dan perilaku tabungannya dalam jangka panjang dengan tujuan mengalokasikan konsumsinya dengan cara terbaik untuk seluruh masa hidupnya.
2. Benarkah INFLASI selalu berdampak buruk untuk perekonomian?
INFLASI tidak selalu berdampak buruk bagi perekonomian tetapi Inflasi juga berdampak baik, tergantung tinggi rendahnya tingkat inflasi. Jika inflasi itu ringan/rendah justru dapat berdampak positif bagi kegiatan ekonomi masyarakat dan dapat meningkatkan pendapatan nasional dan membuat minat orang menabung lebih tinggi . Berikut ini adalah dampak positif dan negative untuk perekonomian:

Dampak negative
Harga barang-barang dan jasa naik.
Nilai dan kepercayaan terhadap uang akan turun atau berkurang
Menimbulkan tindakan spesikulasi
Banyak proyek pembangunan macet atau terlantar
Kesadaran menabung masyarakat berkurang
Dampak positive
Peredaran/perputaran barang lebih cepat
Produksi barang-barang bertambah, karena keuntungan pengusaha bertambah
Kesempatan kerja bertambah, karena terjadi tambahan investasi
Pendapatan nominal bertambah, tetapi rill berkurang karena kenaikan pendapatan kecil.

3. Penilaian BUMN

BUMN (Badan Usaha Milik Negara) selama ini mempunyai tugas salah satunya dalam penilaian pelaporan keuangan. Biasanya BUMN menilai Laporan cenderung bersifat Akuntansi. Nah, apakah sehat penialaian tersebut menggunakan system Akuntansi ?

Penyusunan laporan keuangan berdasarkan standar akuntansi dapat menghasilkan laporan keuagan yang relevan dan andal. Standar akuntansi menetapkan aturan pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan dalam laporan keuangan sehingga memungkinkan pembaca untuk dapat membandingkan laporan keuangan antar perusahaan yang berbeda.

Pernyataan Standart Akuntansi Keuangan PSAK merupakan standart yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan perusahaan yang memiliki akuntabilitas public signifikan. BUMN termasuk perusahaan yang memiliki akuntabilitas public siknifikan karena laporannya diberikan kepada masyarakat. Untuk BUMN yang memiliki transaksi syariah juga harus menggunakan PSAK Syariah untuk melaporkan transaksi tersebut.



4. Selanjutnya Siapakah pula yang mempunyai wewenang untuk menilai laporan BUMN ?

Seringkali BUMN digunakan untuk momonopoli masyarakat yang bertindak selaku pelaku bisnis sekaligus sebagai regulator. BUMN kerap dijadikan sebagai sumber korupsi, yang lazim dikenal sebagai sapi perahan bagi oknum pejabat atau partai. Untuk itu harus ada pengawasan dan penilaian khusus dari Pemerintah untuk kinerja BUMN.

Di Indonesia sendiri sejak tahun 2001, seluruh BUMN dikoordinasikan pengelolaannya oleh Kementrian BUMN, yang dipimpin oleh seorang Mentri BUMN. Jadi, Penguasaan badan usaha dimiliki oleh pemerintah, pengawasan dilakukan baik secara hirarki maupun fungsional dilakukan oleh pemerintah, kekuasaan penuh dalam menjalankan kegiatan usaha berada di tangan pemerintah, pemerintah berwenang menetapkan kebijakan berkaitan dengan kegiatan usaha, semua resiko ditanggung oleh pemerintah, peranan pemerintah sebagai pemegang saham yang apabila dimiliki oleh masyarakat besarnya tidak lebih dari 49% sedangkan minimal 51% sahamnya dimiliki oleh Negara. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kecurangan yang akan terjadi dan juga dapat meningkatkan produktifitas, efektifitas dan efesiensi serta terjaminnya prinsip-prinsip ekonomi.Selain itu RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) bertindak sebagai kekuasaan tertinggi perusahaan dan laporan tahunan diserahkan kepada RUPS untuk disahkan. Fungsi RUPS sendiri dalam persero pemerintah adalah memegang segala wewenang yang ada dalam perusahaan tersebut termasuk mengganti komisaris dan direksi


Minggu, 13 April 2014

PELAKU UTAMA EKONOMI INDONESIA

. HUBUNGAN PELAKU-PELAKU EKONOMI DI INDONESIA
Pelaku ekonomi merupakan sekto-sektor yang mempunyai peran penting dalam menjalankan kegiatan-kegiatan ekonomi di Indonesia. Ada 3 sektor yang menjadi pelaku ekonomi di Indonesia di antaranya sektor pemerintah, swasta, dan koperasi. Ke tiga sektor tersebut mempunyai peran dan fungsi masing-masing. Peran yang terdapat di setiap sektor didasari oleh UU yang ada di Indoesia. Di antara peran tersebut:
1. Pemerintah
Pemerintah yang dimaksud yaitu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Peran pemerintah sebagai pelaku serta menjalankan kegiatan ekonomi, yaitu:
· Mengelola cabang-cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak.
· Sebagai pengelola bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya secara efektif dan efisien.
· Sebagai alat bagi pemerintah untuk menunjang kebijaksanaan di bidang ekonomi.
· Menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat sehingga dapat menyerap tenaga kerja.
2. Swasta
Selain dari BUMN ada juga BUMS (Badan Usaha Milik Swasta). Swasta di sini yaitu BUMS. BUMS juga memiliki peran sebagai pelaku ekonomi, di antaranya:
· Menumbuhkan daya kreasi dan partisipasi masyarakat dalam usaha mencapai kemakmuran sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia.
· Terbatasnya modal yang dimiliki pemerintah untuk menggali dan mengolah sumber daya alam Indonesia sehingga memerlukan kegairahan usaha swasta.
· Memberi kesempatan agar perusahaan-perusahaan swasta dapat memperluas kesempatan kerja.
· Mencukupi kebutuhan akan tenaga ahli dalam menggali dan mengolah sumber daya alam.
3. Koperasi
Sesuai dengan UU No. 25 Tahun 1992 pasal 4 menyatakan bahwa fungsi dan peran koperasi seperti berikut ini.
· Membangun dan mengembangkan potensi serta kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial mereka.
· Turut serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
· Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya.
· Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
Peran ke tiga sektor tersebut memiliki hubungan yang erat antara satu sama lain. Pemerintah berhubungan dengan swasta dalam rangka memenuhi keterbatasan modal yang dimiliki untuk menggali dan mengolah sumber daya alam Indonesia sehingga pemerintah memerlukan kegairahan swasta. Sebaliknya swasta sendiri dibangun untuk iku serta dalam mengelola sumber daya alam Indonesia, namun dalam pelaksanaanya tidak boleh bertentangan dengan peraturan pemrintah. Selain dari hubungan sektor pemerintah dan swasta, koperasi juga berhubungan dengan keduanya. Koperasi berhubungan dengan sektor swasta dalam menyediakan konsumen atau disebut dengan koperasi konsumsi. Sebaliknya swasta sendiri berperan sebagai sektor untuk memenuhi kebutuhan koperasi seperti penyediaan pakaian, bahan makanan, dan perabot rumah tangga. Selain dari swasta, koperasi juga berhubungan dengan pemerintah. Hubungan pemerintah dengan koperasi dalam rangka mengendalikan dan melindungi kelangsungan kegiatan ekonomi. Dan koperasi sendiri harus mentaati kebijakan-kebijakan pemerintah. Dari hubungan ke tiga sektor tersebut dapat digambarkan dalam skema di bawah ini.





B. PENGERTIAN FREE LIGHT LIBELARISM, ETATISME, DAN MONOPOLI
Free fight liberalism: sebuah sistem perekonomian yang membebaskan kegiatan-kegiatan ekonomi sehingga sistem tersebut tidak dapat dikendalikan.
Etatisme : Suatu paham dalam pemikiran politik yang menjadikan negara sebagai pusat segala kekuasaan. Negara adalah sumbu yang menggerakkan seluruh elemen politik dalam suatu jalinan rasional, yang dikontrol secara ketat dengan menggunakan instrumen kekuasaan. Keikutsertaan pemerintah yang terlalu dominan juga dapat mematikan motivasi dan kreasi dari masyarakat untuk dapat berkembang dan bersaing sehat.
Monopoli : suatu bentuk pemusatan ekonomi pada satu kelompok tertentu, sehingga tidak memberikan pilihan lain pada konsumen untuk tidak mengikuti keinginan sang monopoli.
C. ALASAN KE TIGA HAL TERSEBUT TIDAK DITERAPKAN DI INDONESIA
Mungkin saudara bertanya-tanya kenapa ke tiga hal tersebut tidak diterapkan di Indonesia? Menurut pandangan saya mengenai ke tiga hal tersebut tidak diterapkan di Indonesia karena di Indonesia menganut azas kekeluargaan dan gotong royong. Cukup jelas diterangkan di dalam UUD 1945 pasal 33 bahwa “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas azas kekeluargaan”. Sehingga keberadaan rakyat Indonesia semua sama baik masyarakat ataupun pemerintah. Apabila diaplikasikan ke dalam ekonomi Indonesia maka hal ini dianggap tidak tepat dengan kebudayaan Indonesia. Alasan ketidak tepatan tersebut karena berhaluan dengan UUD 1945 pasal 33 tersebut dan dapat mengakibatkan semakin besarnya jurang pemisah antara si kaya dan si miskin.
Meskipun pada awal perkembangan perekonomian Indonesia menganut sistem ekonomi pancasila, ekonomi Demokrasi, dan ‘mungkin campuran’, namun bukan berarti sistem perekonomian liberalis dan etatisme tidak pernah terjadi di Indonesia. Awal tahun1950-an sampai dengan tahun 1957-an merupakan bukti sejarah adanya corak liberalis dalam perekonomian Indonesia. Demikian juga dengan sistem etatisme, pernah juga memberi corak perekonomian di tahun 1960-an sampai dengan pada masa orde baru.

Senin, 17 Maret 2014

Investasi Berdasarkan Perekonomia Indonesia


INVESTASI
            Semakin tinggi pendidikan seseorang semakin tinggi pula tingkat kecerdasan seseorang itu dalam mengembangkan aset atau hartanya. Tingkat kecerdasan seseorang dapat dilihat dari seberapa besar harta itu dapat berkembang. Berbicara aset orang berlomba-berlomba dalam berbisinis. Banyak bisnis yang dilakukan seseorang baik bisnis berjangka panjang maupun berjangka pendek, tentu semuanya itu bertujuan demi mendapatkan nilai tambah di masa yang akan datang. Orang membeli sebidang tanah dengan harapan harga tanah tersebut menjadi lebih mahal. Orang mendepositokan uangnya di bank dengan harapan mendapatkan bunga dari depositonya itu. Secara umum, kegiatan-kegiatan seperti itu dapat dimasukan aatau dikategorikan ke dalam investasi.
            Mungkin sebagian bahkan sepertiga dari masyarakat kita belum memahami apa itu investasi? Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan bahwa investasi merupakan penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk memperoleh keuntungan. Keuntungan seperti apa? tentu keuntungan berupa uang kembali yang dihasilkan dari penanaman uang tersebut. Sadono sukirno seorang ahli di bidang ekonomi berpendapat bahwa investasi adalah pengeluaran yang dilakukan oleh individu atau kelompok ng  untuk membeli barang modal yang dapat menaikan kegiatan produksi berupa barang dan jasa di masa yang akan datang. Dari kedua penjelasan tersebut dapat kita simpulkan bahwa investasi yaitu usaha yang ditujukan di masa yang akan datang.
            Investasi juga dapat dipengaruhi dari berbagai faktor seperti halnya sektor-sektor yang lain. Di sini timbul sebuah pertanyaan apa saja faktor yang mempengaruhi investasi? Saya akan menjawab dari pertanyaan tersebut. Di antara faktor-faktor yang mempengaruhi investasi, yaitu:
1.      Tingkat inflasi
Secara singkat inflasi merupakan keadaan perekonomian di mana jumlah uang yang beredar sangat banyak sehingga menyebabkan kenaiakan di dalam harga barang-barang. Inflasi yang tinggi akan menyebabkan penyusutan rata-rata masa jatuh pinjam modal serta menimbulkan distrosi informasi tentang harga-harga  relatif dan ini semua berpengaruh terhadap kegiatan investasi.
2.      Kesetabilan perekonomian negara
Kesetabilan perekonomian sebuah negara akan menjadi bahan pertimbangan investor dalam berinvestasi, karena akan menguntungkan mereka yang disebabkan dari keamanan berinvestasi. Hal ini dapat berdampak positif bagi kegiatan investasi di sebuah negara.
3.      Tingkat pendapatan nasional
Tingkat pendapatan nasional suatu Negara dapat mempengaruhi kegiatan investasi. Semakin tinggi tingkat pendapatan nasional semakin tinggi pula tingkat pendapatan masyarakat yang menyebabkan masyarakat itu berlomba-lomba dalam berinvestasi.
4.      Tingkat suku bunga

Tingkat bunga mempunyai pengaruh yang signifikan pada dorongan untuk berinvestasi. Pada kegiatan produksi, pengolahan barang-barang modal atau bahan baku produksi memerlukan modal (input) lain untuk menghasilkan output atau barang final.

5.      Kemajuan teknologi

Kemajuan teknologi juga penting dalam akan meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi biaya produksi. Dengan kemajuan teknologi yang dimiliki oleh suatu negara akan memberikan peluang lebih besar pula untukdapat mendorong masuknya lebih banyak investasi.

            Berbicara investasi tentu berkaitan juga dengan sebuah modal. Istilah modal biasa diartikan bermacam-macam, istilah modal dalam pembelenjaan perusahaan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu ada modal aktif dan pasif. Modal aktif merupakan kekayaan atau penggunaan dana, sedangkan modal pasif merupakan sumber dana. Modal juga menjadi salah satu syarat bagi suatu negara terlebih Negara yang sedang berkembang. Apabila terjadi kekurangan modal pada Negara berkembang yang disebabkan oleh ketidakpercayaan para investor dalam menanamkan modalnya maka akan berdampak buruk bagi Negara tersebut. Sebaliknya,  Negara berkembang akan dikatakan maju apabila salah satu syarat utama (modal) relatif besar. Dengan modal yang relatif besar maka perusahaan-perusahaan yang berada di suatu Negara terlebih di Negara yang berkembang akan lebih leluasa dalam mengoperasikan produksinya sehingga dapat bersaing dengan Negara-negara maju. Jadi, kemajuan perekonomian suatu Negara terlebih negara berkembang dapat  ditentukan dengan seberapa besar modal itu didapat dan seberapa besar negara berkembang dapat mengelola dengan baik.

Sumber:
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Sadono Sukirno, Pengantar ekonomi 2 
Wikipedia.org, Investasi
Putracenter.net, definisi investasi dan faktor mempengaruhi investasi