Regulator Perekenomian Indonesia

Translate

Senin, 17 Maret 2014

Investasi Berdasarkan Perekonomia Indonesia


INVESTASI
            Semakin tinggi pendidikan seseorang semakin tinggi pula tingkat kecerdasan seseorang itu dalam mengembangkan aset atau hartanya. Tingkat kecerdasan seseorang dapat dilihat dari seberapa besar harta itu dapat berkembang. Berbicara aset orang berlomba-berlomba dalam berbisinis. Banyak bisnis yang dilakukan seseorang baik bisnis berjangka panjang maupun berjangka pendek, tentu semuanya itu bertujuan demi mendapatkan nilai tambah di masa yang akan datang. Orang membeli sebidang tanah dengan harapan harga tanah tersebut menjadi lebih mahal. Orang mendepositokan uangnya di bank dengan harapan mendapatkan bunga dari depositonya itu. Secara umum, kegiatan-kegiatan seperti itu dapat dimasukan aatau dikategorikan ke dalam investasi.
            Mungkin sebagian bahkan sepertiga dari masyarakat kita belum memahami apa itu investasi? Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan bahwa investasi merupakan penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk memperoleh keuntungan. Keuntungan seperti apa? tentu keuntungan berupa uang kembali yang dihasilkan dari penanaman uang tersebut. Sadono sukirno seorang ahli di bidang ekonomi berpendapat bahwa investasi adalah pengeluaran yang dilakukan oleh individu atau kelompok ng  untuk membeli barang modal yang dapat menaikan kegiatan produksi berupa barang dan jasa di masa yang akan datang. Dari kedua penjelasan tersebut dapat kita simpulkan bahwa investasi yaitu usaha yang ditujukan di masa yang akan datang.
            Investasi juga dapat dipengaruhi dari berbagai faktor seperti halnya sektor-sektor yang lain. Di sini timbul sebuah pertanyaan apa saja faktor yang mempengaruhi investasi? Saya akan menjawab dari pertanyaan tersebut. Di antara faktor-faktor yang mempengaruhi investasi, yaitu:
1.      Tingkat inflasi
Secara singkat inflasi merupakan keadaan perekonomian di mana jumlah uang yang beredar sangat banyak sehingga menyebabkan kenaiakan di dalam harga barang-barang. Inflasi yang tinggi akan menyebabkan penyusutan rata-rata masa jatuh pinjam modal serta menimbulkan distrosi informasi tentang harga-harga  relatif dan ini semua berpengaruh terhadap kegiatan investasi.
2.      Kesetabilan perekonomian negara
Kesetabilan perekonomian sebuah negara akan menjadi bahan pertimbangan investor dalam berinvestasi, karena akan menguntungkan mereka yang disebabkan dari keamanan berinvestasi. Hal ini dapat berdampak positif bagi kegiatan investasi di sebuah negara.
3.      Tingkat pendapatan nasional
Tingkat pendapatan nasional suatu Negara dapat mempengaruhi kegiatan investasi. Semakin tinggi tingkat pendapatan nasional semakin tinggi pula tingkat pendapatan masyarakat yang menyebabkan masyarakat itu berlomba-lomba dalam berinvestasi.
4.      Tingkat suku bunga

Tingkat bunga mempunyai pengaruh yang signifikan pada dorongan untuk berinvestasi. Pada kegiatan produksi, pengolahan barang-barang modal atau bahan baku produksi memerlukan modal (input) lain untuk menghasilkan output atau barang final.

5.      Kemajuan teknologi

Kemajuan teknologi juga penting dalam akan meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi biaya produksi. Dengan kemajuan teknologi yang dimiliki oleh suatu negara akan memberikan peluang lebih besar pula untukdapat mendorong masuknya lebih banyak investasi.

            Berbicara investasi tentu berkaitan juga dengan sebuah modal. Istilah modal biasa diartikan bermacam-macam, istilah modal dalam pembelenjaan perusahaan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu ada modal aktif dan pasif. Modal aktif merupakan kekayaan atau penggunaan dana, sedangkan modal pasif merupakan sumber dana. Modal juga menjadi salah satu syarat bagi suatu negara terlebih Negara yang sedang berkembang. Apabila terjadi kekurangan modal pada Negara berkembang yang disebabkan oleh ketidakpercayaan para investor dalam menanamkan modalnya maka akan berdampak buruk bagi Negara tersebut. Sebaliknya,  Negara berkembang akan dikatakan maju apabila salah satu syarat utama (modal) relatif besar. Dengan modal yang relatif besar maka perusahaan-perusahaan yang berada di suatu Negara terlebih di Negara yang berkembang akan lebih leluasa dalam mengoperasikan produksinya sehingga dapat bersaing dengan Negara-negara maju. Jadi, kemajuan perekonomian suatu Negara terlebih negara berkembang dapat  ditentukan dengan seberapa besar modal itu didapat dan seberapa besar negara berkembang dapat mengelola dengan baik.

Sumber:
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Sadono Sukirno, Pengantar ekonomi 2 
Wikipedia.org, Investasi
Putracenter.net, definisi investasi dan faktor mempengaruhi investasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar