Regulator Perekenomian Indonesia

Translate

Senin, 06 Maret 2017

SEJARAH AKUNTANSI INTERNASIONAL DAN PENTINGNYA MASALAH AKKUNTANSI INTERNASIONAL



A.    Pendahuluan
Saat  ini,  ketika  dunia  bisnis  dapat  dikatakan  hampir  tanpa  batas negara karena   globalisasi, sumber   daya   produksi   (misal   uang)   yang   dimiliki   oleh seorang  investor  di  satu  negara tertentu dapat dipindahkan dengan mudah dan cepat ke negara Satu dengan yan lainnya misalnya melalui mekanisme bursa saham. Hal ini dibuktikan  dengan hasil  survey  yang  dilakukan oleh  Deloitt e Touche  Tohmatsu Internasional  pada  tahun  1992  terhadap  400  perusahaan  skala  menengah  di  dua puluh negara  maju  yang  melakukan  bisnis  di  pasar  internasional  (Iqbal, et  al. 1997 :5). Globalisasi   membawa   implikasi   bahwa   hal-hal   yang   dahulunya merupakan  ke wenangan  dan  tangungjawab  tiap  negara  akan  dipengaruhi  oleh dunia  internasional.
Demikian  pula  dengan  pelaporan  keuangan  dan  standar akuntansi  suatu  negara  (Sadjiarto,  1999). Tentu  saja hal  ini akan menimbulkan suatu masalah ketika standar akuntansi yang dipakai di negara tersebut berbeda dengan  standar  akuntansi  yang  dipakai  di  negara  lain.  Investor  dan  kreditor serta  calon  investor  dan  calon  kreditor  akan  menemui  banyak  kesulitan  dalam memahami  laporan  keuangan  yang  disajikan  dengan  standar  yang  berbeda-beda, sehingga   hal   ini   menyebabkan   laporan   keuangan   yang   dibuat   oleh perusahaan di suatu negara tidak akan dapat diterima di negara lain,  khususnya untuk perusahaan yang multinasional. Untuk  mencegah munculnya permasalahan- permasalahan yang diakibatkan  adanya perbedaan  dalam  standar  akuntansi  yang  digunakan  oleh berbagai negara, Dewan Komite Standar Akuntansi Internasional (Board of IASC) yang  didirikan  pada  tahun  1973  mengeluarkan  standar  akuntansi  internasional (IAS).  Keluarnya  IAS  tersebut  diikuti  dengan  beberapa  intepretasi  tentang  IAS dalam bentuk SIC (Standing Intepretation Committee).
Dalam kaitannya dengan standar internasional, terdapat beberapa macam langkah  yang  dilakukan  oleh  banyak  negara  sehubungan  dengan  perbedaan dengan  standar  yang  mereka  buat  sebelumnya.  Secara  garis  besar  langkah-langkah  yang  dapat  diambil  tersebut  dapat  dibagi  menjadi  harmonisasi  dan konvergensi. Banyak    hambatan    yang    harus    dilalui    untuk    bisa    melalui    tahap harmonisasi  ke  konvergensi  standar  akuntansi  internasional, dan  juga  kritikan terhadap  standar  akuntansi  internasional karena  adanya  perbedaan-perbedaan serta  karakteristik  dari  standar  akuntansi  suatu negara,  namun  dilain  pihak harmonisasi  dan  konvergensi  terhadap  standar  akuntansi  internasional  juga akan membawa banyak manfaat terutama untuk perusahaan multinasional.

B.     Pembahasan
1.      Sejarah Perkembangan Akuntansi Internasional
Akuntansi sebenarnya sudah ada sejak manusia mulai dapat menghiutng dan membuat suatu catatan, dengan menggunakan batu, kayu, bahkan daun. Pada abad ke-15, terjadilah perkmebangan dan perluasan perdangan oleh pedagang-pedagang Venesia. Perkembangan dan perluasan perdagangan ini menyebabkan diperlukannya  suatu sistem pencatatan yang lebih baik  sehingga dengan demikian akuntansi mulai berkembang.
         Perkembangan akuntansi bermula dari Luca Paciola pada tahun 1494, ahli matematika yang mengarang sebuah buk berjudul Summa de Aritmatica, Geometrica, proportioni et Propotionalita. Dalam salah satu bab yang berjudul Tractatus de computies et scriptoris, ia meperkenalkan dan mengajarkan siste pembukuan berasangan yang disebut dengan sistem kontinental. Sistem ini diperkenalkan oleh oleh Luca Pacio;i bersama Leonardo da Vinci, dan sudah dipakai untuk melakukan pencatatan semua transaksi ke dalam dua bagian, yaitu debit dan kredit secara seimbang dan menghasilkan pembukuan yang sistematis erta laporan keuangan yang terpadu. Dengan ,enggunakan sistem ini perusahaan mendapatkan gambara tentang laba rugi usaha, kekayaan perusahaan, serta hak pemilik.
         Pertengahan abad ke-18, terjadi revolusi industri di Inggris yang mendorong pula perkembangan akuntansi. Pada waktu itu, para manajer publik, misalnya ingin mengetahui biaya produksinya. Dengan mengetahui berapa besar biaya produksi, mereka dapat megawasib efektivitas proses produksi dan menetapkan harga jila. Sejalan dengan itu, berkembanglah akuntansi dalam bidang khusus, yaitu akuntansi biaya yang memfokuskan diri dari pad pencatatan biaya prosuksi dan penyediaan informasi bagi manajemen.
         Revolusi industri mengakibatkan perkembangan akuntansi semakin pesat sehingga menyebar sampai ke Benua Amerika, khususnya di Amerika Serikat dan melahirkan sistem Anglo Saxon.

2.      Perkembangan Akuntansi di Indonesia
         Indonesia awalnya menganut sistem akuntansi kontinental, seperti yang dipakai oleh pemerintah Hindia Belanda. Sistem ini disebut dengan tata buku yang menyangkut kegiatan-kegiatan bersifat konstruktif, seperti proses pencatatan, peringkasan, penggolongan dan aktivitas lain dengan tujuan menciptakan informasi akuntansi berdasarkan data. Maka, dapat disimpulkan bahwa pembukuan merupakan bagian dari akuntansi. Akan tetapi, dalam perkembangan selanjutnya tata buku mulai ditinggalkan orang.
         Di Indonesia, baik perusahaan atau perseorangan semakin banyak menerapkan sistem akuntansi Anglo Saxon. Berkembangnya sistem akuntansi Anglo Saxon di Indonesia disebabkan adanya penanaman modal asing. Sebagian besar penanaman modal asing menggunakan sistem akuntansi Amerika Serikat. Penyebab lainnya karena sebagian besar mereka yang berperan dalam kegiatan perkembanga akuntansi menyelasaikan pendidikannya di Amerika, kemudian menerapkan ilmunya di Indonesia.
3.      Masalah-masalah di dalam Akuntansi Internasional
Ada beberapa masalah penting yang perlu dihadapi oleh suatu negara di dalam akuntansi internasional, di antaranya:

a)      Pertumbuhan dan Penyebaran Operasi multinasional
Bisnis Internasional secara tradisional terkait dengan perdagangan luar negeri. Kegiatan yang berakar dari masa lampau ini akan terus berlanjut tanpa terputus. Ketika di masa lalu perdagangan jasa biasanya kalah penting, jika dibandingkan dengan perdagangan barang. Saat ini perdagangan jasa mendapatkan keuntungan yang lebih signifikan dan berkembang dengan tingkat yang lebih cepat daripada perdagangan barang.
Isu akuntansi yang berhubungan dengan kegiatan ekspor dan impor adalah akuntansi untuk transaksi dalam mata uang asing. Saat ini, bisnis internasional semakin berhubungan dengan investasi asing langsung yang meliputi pendirian sistem manufaktur atau distribusi di luar negeri dengan membentuk afiliasi yang dimiliki seutuhnya, usaha patungan atau aliansi strategis. Operasi yang dilaksanakan di luar negeri membuat manajer keuangan dan akuntan menghadapi resiko berupa semua jenis masalah yang tidak mereka hadapi ketika operasi perusahaan dilaksanakan di dalam wilayah satu Negara.

b)      Inovasi Keuangan
Perusahaan harus mampu menghadapi risiko bisnis yang akan mereka terima, oleh karena itu dewasa ini perusahaan terus melakukan inovasi-inovasi khususnya untuk keuangan agar tidak menderita kerugian ekonomis dalam menghadapi risiko bisnis. Untuk itu perusahaan harus memiliki tindakan preventifyaitu sistem manajemen risiko yang baik, dengan deregulasi pasar keuangan dan pengendalian modal yang terus dilakukan, kerentanan dalam harga komoditas, valuta asing, kredit dan ekuitas yang sering terjadi dewasa ini. Perputaran naik turunnya harga ini memang tidak serta merta langsung berdampak pada proses pelaporan internal, tetapi menghadapkan perusahaan pada risiko menderita kerugian ekonomis. Hal ini memacu tujuan aktivitas perusahaan dalam mengidentifikasi risiko yang mereka hadapi berasal dari kerentanan tersebut, memutuskan risiko mana yang perlu dilindungi dan mengevaluasi hasil strategi manajemen risiko yang dijalankan.

Pertumbuhan jasa manajemen risiko yang cepat memungkinkan perusahaan dapat mempertinggi nilai perusahaan dengan mengatur manajemen risikonya. Investor dan pemegang saham perusahaan lainnya mengharapkan manajer keuangan untuk mengidentifikasi dan aktif mengelola eksposur tersebut. Pada saat yang bersamaan, kemajuan dalam teknologi keuangan memungkinkan pergeseran risiko keuangan kepada pundak orang lain. Mereka yang memiliki kemampuan manajemen risiko sangat dihargai oleh pasar.

c)      Kompetisi Global
Sebagaimana kita tahu bahwa kompetisi bisnis saat ini sudah bersifat global maka batas antar negara sudah tidak lagi ada batas antar negara, fenomena ini membuat peran akuntansi internasional menjadi semakin penting. Penentuan acuan (benchmarking), suatu tidakan untuk membandingkan kinerja satu pihak dengan suatu standar yang memadai, bukanlah hal yang baru. Hal yang baru adalah standar perbandingan yang kini melampaui batas-batas nasional, sehingga perusahaan dari negara lain dapat masuk untuk berkompetisi bisnis di Indonesia. Sehingga pertanyaan yang relevan kini adalah “Apakah saya menambah lebih banyak nilai kepada pelanggan utama saya dibandingkan dengan rekan saya yang berada di negara lain?” bukan lagi “Bagaimana dengan pekerjaan yang saya lakukan bila dibandingkan dengan para pesaing yang bertindak benar di wilayah lain?”.

Namun dalam penentuan acuan terhadap pesaing internasional harus berhati-hati untuk memastikan bahwa perbandingan yang dilakukan memang benar-benar dapat dibandingkan. Sebagai contoh alat ukur kinerja yang sering digunakan adalah pengukuran ROE (Return on equity-ROE).
C.    Kesimpulan
Dari pembahasan-pembahasan di atas dapat kita simpulkan bahwa perkembangan akuntansi internasional dari masa ke masa mengalami pertumbuhan yang begitu pesat bahkan sampai saat ini pun akuntansi internaional masih dalam kajian setiap negara. Kajian tersebut menyangkut begitu pentingnya masalah akuntansi internasional yang dihadapi setiap negara untuk diselaraskan dengan fenomena dunia bisinis saat ini.

Referensi:
 http://www.slideshare.net/naufal262/akuntansi-internasional
 http://download.portalgaruda.org/article.php?article=115869&val=5275
Permana, Leni. 2009. Ekonomi untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Pusat Perbukuan