Regulator Perekenomian Indonesia

Translate

Senin, 28 April 2014

1. Pengertia dan Jenis-Jenis Pasar
Berdasarkan ilmu pemasaran, pasar merupakan kelompok individual (perorangan maupun organisasi) yang mempunyai permintaan terhadap barang tertentu, berdaya beli, dan berniat merealisasikan pembelian tersebut. Namun pasar yang maksud bukanlah dalam pandangan ilmu pemasaran melainkan menurut pandangan ekonomi.
Para ekonom berpendapat bahwa pasar merupakan wahana atau tempat bertemu antara penjual dan pembeli untuk mempertukarkan barang-barang mereka. Pasar yang dimaksud bisa merujuk kepada suatu negara tempat suatu barang dijual dan dipasarkan. Pasar sendiri memiliki beberapa jenis. Dari jenis-jenis tersebut ada 5 jenis pasar yang dapat dikelompokan, di antaranya:
• Pasar barang menggambarkan pertemuan antara permintaan dan penawaran akan barang. Sebuah perusahaan atau individu dapat beroperasi di pasar barang dengan menawarkan barang hasil produksi atau pula melakukan permintaan akan produk.
• Pasar tenaga kerja merupakan pertemuan antara permintaan dan penawaran tenaga kerja. Pertemuan ini akan menghasilkan konsep upah dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. Biasanya yang melakukan permintaan adalah badan usaha (perusahaan), lembaga-lembaga, instasi-instasi, atau dapat juga perseorangan, sedangkan yang melakukan penawaran tenaga kerja adalah angkatan kerja yang tersedia di pasar kerja.
• Pasar uang adalah pertemuan antara permintaan dan penawaran uang. Dalam pasar uang yang ditransaksikan adalah hak menggunakan uang untuk jangka waktu tertentu. Di pasar uang terjadi pinjam meminjam dana, yang selanjutnya menimbulkan hubungan utang piutang. Pihak yang melakukan penawaran uang adalah otoritas moneter (Bank sentral dan pemerintah) dan lembaga keuangan (bank dan bukan bank), sedangkan pihak yang melakukan permintaan adalah masyarakat (rumah tangga dan perusahaan).
• Pasar modal dalam arti sempit identik dengan bursa efek. Dalam arti luas, pasar modal adalah pertemuan antara mereka yang mempunyai dana dengan mereka yang membutuhkan dana untuk modal usaha. Jika pasar uang lebih memfokuskan pada penggunaan jangka pendek, maka pasar modal lebih memfokuskan pada penggunaan jangka panjang.
• Pasar luar negeri menggambarkan hubungan antara permintaan dalam negeri akan produk impor dan penawaran ke luar negeri berupa produk ekspor.

2. Keberlakuan Pasar Bebas di Indonesia
Adam Smith dalam bukunya yang berjudul The Wealth of Nation (1776) juga menunjukkan bahwa kebebasan berusaha didorong oleh kepentingan ekonomi pribadi merupakan pendorong kuat menuju kemakmuran bangsa. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pasar bebas ini dapat menciptakan efisiensi yang cukup tinggi dalam mengatur kegiatan perekonomian.
Seiring dengan era globalisasi pada saat ini juga lah sistem pasar bebas berlaku di Indonesia. Penyebab berlakunya sistem tersebut karena Indonesia sendiri tidak seluruhnya dapat memenuhi hajat warga negaranya. Sehingga sistem pasar bebas sedikit demi sedikit menjalar di Indonesia.
3. Masalah Indonesia Berdasarkan Aspek Produksi
Jika kita mau menghubungkan masalah perekonomian Indonesia dengan pegangguran dan kemiskinan, tentu kondisi ekonomi Indonesia masih jauh disebut stabil. Usaha pemerintah untuk memenuhi bahan pokok sering dapat kendala. Diliha dari aspek produksi, masalah-masalah yang dihadapi Indonesia cukup banyak. Indonesia harus berulang-ulang mengimpor beras atau gandum dari negara lain. Output pertanian kita sampai sekarang masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam negeri. Inilah salah satu masalah Indonesia apabila dilihat dari aspek produksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar