Regulator Perekenomian Indonesia

Translate

Jumat, 01 April 2016

BAHASA INGGRIS TUGAS 1



                               GRIEF AND HAPPINESS TO BE ACCOUNTANT STUDENT

I want to story about my way to be accountant student. before to next story, let me introduce my self my name's M. Maqi Zaenal Fuad you can call me maki. i come from Sukabumi. Now, i live at Depok City. I'm student from Gunadarma University, accounting major. After introduce, i will story abot grief and happines to be accountant student. Certainly, you ask a question? whats grief and happines to be accountant student?
Being a student of accounting major you will be face with the reality of life. Why? Because accounting is very closely with daily economy. In fact we never see the real money, we only calculate the transactions which the money is main of the object. Sounds annoying, right.  And I feel it every time I learn new thing in this major. But it is not the bad thing because accounting student have a chance to correcting every mistake of financial statements. And I learn accounting software such as, MYOB or ZAHIR. I never know them before. And I am so happy cause I think accounting is only count with journal and general ledger but there is so many laboratory in it.

Jumat, 20 November 2015

TUGAS 3



3. Metode Ilmiah

Metode ilmiah merupakan prosedur atau cara seseorang dalam melakukan suatu kegiatan untuk mempermudah memecahkan masalah secara teratur, sistematis, dan terkontrol. Ilmiah adalah sesuatu keilmuan untuk mendapatkan pengetahuan secara alami berdasarkan bukti fisis. Jadi, bila kita menjabarkan lebih luas dari metode ilmiah adalah suatu proses atau cara keilmuan dalam melakukan proses ilmiah (science project) untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Cara untuk memperoleh pengetahuan atau kebenaran pada metode ilmiah haruslah diatur oleh pertimbangan-pertimbangan yang logis (McCleary, 1998). Ilmu pengetahuan seringkali berhubungan dengan fakta, maka cara mendapatkannya, jawaban-jawaban dari semua pertanyaan yang ada pun harus secara sistematis berdasarkan fakta-fakta yang ada.

Hubungan antara penelitian dan metode ilmiah adalah sangat erat atau bahkan tak terpisahkan satu dengan lainnya. Intinya bahwa metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran. Dengan adanya metode ilmiah ini pertanyaan-pertanyaan dasar dalam mencari kebenaran seperti apakah yang dimaksud, apakah benar demikian, mengapa begini/begitu, seberapa jauh, bagaimana hal tersebut terjadi dan sebagainya, akan lebih mudah terjawab.           

Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Dalam proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat melibatkan proses penentuan (definisi) dan pengamatan-pengamatan yang dimaksud seringkali memerlukan pengukuran dan perhitungan yang cermat. Proses pengukuran dapat dilakukan terhadap objek yang tidak dapat diakses atau dimanipulasi seperti bintang atau populasi manusia. Hasil pengukuran secara ilmiah biasanya ditabulasikan dalam table. Digambarkan dalam bentuk grafik atau dipetakan dan diproses dengan penghitungan statistika seperti korelasi dan regresi.Umumnya terdapat empat karakteristik penelitian ilmiah :

1.Sistematik. Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks.
2.Logis. Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik.      
3.Empirik. Artinya suatu penelitian yang didasarkan pada pengalaman sehari-hari, yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian. Landasan empirik ada tiga yaitu :
a)Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada penggolongan atau perbandingan satu sama lain).
b)Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu.
c)Hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan,melainkan ada penyebabnya.
4.Replikatif. Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus di uji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria, dan kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif, penyusunan definisi operasional variable menjadi langkah penting bagi seorang peneliti.

4. Manfaat Dari Mempelajari Metode Ilmiah
         Dengan adanya metode ilmiah akan menghasilkan penemuan-penemuan yang berkualitas tinggi dan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan manusia. Beberapa kegunaan metode ilmiah dalam kehidupan manusia antara lain :
1. Membantu memecahkan permasalahan dengan penalaran dan pembuktian yang memuaskan.
2. Menguji hasil penelitian orang lain sehingga diperoleh kebenaran yang objektif.
3. Memecahkan atau menemukan jawaban rahasia alam yang sebelumnya masih teka teki.

5. Sintesis
       Sintesis diartikan sebagai komposisi atau kombinasi bagian-bagian atau elemen-elemen yang membentuk satu kesatuan. Selain itu, sintesis juga diartikan sebagai kombinasi konsep yang berlainan menjadi satu secara koheren, dan penalaran induktif atau kombinasi dialektika dari tesis dan antitesis untuk memperoleh kebenaran yang lebih tinggi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003) sintesis diartikan sebagai “paduan berbagai pengertian atau hal sehingga merupakan kesatuan yang selaras atau penentuan hukum yang umum berdasarkan hukum yang khusus.” Pengertian ini sejalan dengan pendapat Kattsoff (1986) yang menyatakan bahwa maksud sintesis yang utama adalah mengumpulkan semua pengetahuan yang dapat diperoleh untuk menyusun suatu pandangan dunia.     Dalam perspektif lain “sintesis” merupakan kemampuan seseorang dalam mengaitkan dan menyatakan berbagai elemen dan unsur pengetahuan yang ada sehingga terbentuk pola baru yang lebih menyeluruh. Kata kerja operasional yang dapat digunakan adalah mengategorikan, mengombinasikan, menyusun, mengarang, menciptakan, mendesain, menjelaskan, mengubah, mengorganisasi, merencanakan, menyusun kembali, menghubungkan, merevisi, menyimpulkan, menceritakan, menuliskan, mengatur.. Metode Sintesis Melakukan penggabungan semua pengetahuan yang diperoleh untuk menyusun satu pandangan dunia.
Beberapa contoh dari pernyataan Sintetis adalah :
1. Langit itu biru.
2. Budi adalah pria yang menyebalkan
3. Anjing itu galak
4. Jerapah memiliki empat kaki

       Sedangkan sintesis dalam penulisan karya ilmiah pada dasarnya adalah merangkum intisari bacaan yang berasal dari beberapa sumber. Kegiatan ini harus memperhatikan data publikasi atas sumber-sumber yang digunakan. Dalam tulisan laras ilmiah, data publikasi atas sumber-sumber tadi kemudian dimasukan dalam daftar pustaka.
Ada sejumlah syarat yang harus diperhatikan oleh penulis dalam membuat sintesis, di antaranya (Utorodewo dkk, 2004: 97):
1. Penulis harus bersikap objektif dan kritis atas teks yang digunakannya
2. Bersikap kritis atas sumber yang dibacanya
3. Sudut pandang penulis harus tajam
4. Penulis harus dapat mencari kaitan antara satu sumber dengan sumber lainnya, dan
5. Penulis harus menekankan pada bagian sumber yang diperlukannya.

Sumber:
http://makalahsekolah.com/2015/05/14/karya-ilmiah-tentang-kebakaran-hutan/
https://haririyanto.wordpress.com/2015/05/30/softskill-bahasa-indonesia-3/
http://octaviangerysantoso.blogspot.co.id/2015/05/tugas-softskil-b-indonesia-2-penyusunan.html





Tugas 2



Cara meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan cara menerapkan ekonomi berbasis pengetahuan dimana tidak hanya pemerintah yang mampu mengaplikasikannya namun juga termasuk masyarakat mampu menungkatkan pertumbuhan ekonomi. Dilanjutkan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah dimana setiap daerah atau kota mempunyai daya saing sehingga dalam pendapatan daerah dinegara china sangat efisiensi khususnya didaeerah yang notabenenya adalah ibu kota atau kota.
            kota besar tidak hanya itu disisi lain di kota kecildi negara china juga dalam proses mengikuti menyumbangkan PDRB yang ada. Dimana dimulai dari pembangunan industri dan juga keterbukaan terhadap investasi dan melakukan pembangunan skala nasional dalam hal ini didalam konteks internal china mampu meratakan setiap ekonomi dimasing masing daerah serta mampu mengurangi ketimpangan ekonomi dalam setiap aktivitas ekonomi. Dalam kontek luar china mampu melakukan banyak investasi melalui produk. produk yang mereka jual dimana produk tersebut mampu menembus pasar dunia bahkan hampir mengalahkan produk
            produk yang sudah ada di pasar dunia dan yang menggemparkan dunia ialah investasi besar terhadap minyak di afrika dimana minyak afrika yang masih belum tersentuh dan masih belum di eksploitasi oleh manusia dan ternyata sudah diketahui oleh china itu sendiri. China melakukan pendekatan secara emosional terhadap afrika dimana dengan melakukan bantuan kepada rakyat miskin afrika. Lalu memberikan opsi atau pilihan pendapat tentang politik yang terbaik kepada pemerintah afrika hal inilah yang menyebabkan opini buruk dikalangan negara uni eropa dimana china dituding melakukan imperialisasi terhadap negara afrika namun hal ini semuanya telah diluruskan oleh pemerintah afrika itu sendiri sehingga menjadi hal yang positf bagi kalangan pemerintah china dengan memberikan hal yang positif terhadap negara afrika itu sendiri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekonomi berbasis pengetehuan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dikarenakan pengaruh pada ekonomi berbasis pengetahuan ini melibatkan pada keseluruhan aspek. Seperti pada teknologi dan pengembangan kualitas sumber daya manusia. Ekonomi berbasis pengetahuan mampu bersaing dengan era globalisasi dengan kapasitas penduduk yang mungkin sesuai dengan harapan pemerintah china serta baik dalm segi ekonomi dan informasi yang terus bergerak melintasi negara dunia. China yang kini merupakan pusat sentral asia dan sekarang hampir mnguasai sebagian besar eropa merupakan sebuah negara yang mampu memeberikan
            efek dan juga keuntungan bagi negara yang brioritasnya sama dengan ekonomi china, china mulai menyatukan sumber ekonomi dengan kekuatan militer dan peran politisnya pada akhir tahun 1980an, jika pertumbuhan ekonominya terus berlanjut proses konversi ini akan memberikan kemajuan yang sangat penting, selama tahun 1980an militer china mengalami kemunduran, namun antara pertengahan tahun pengeluaran biaya militer china mengalami kenaikan dua kali lipat dan naik pendapatannya, diera sekarang dalam skenario besar china bertujuan untuk menembus semua pasar dunia agar mendapatkan keuntungan ekonomi demi menggerakkan roda perekonomian dan menjamin atas nasional securty yang terkait dengan kebutuhan keamanan. China sebagai negara yang memiliki industri yang kuat memang sangat berkepentingan dengan nilai tukar uang dengan demikian china mampu mengekspor produk industrinya dengan biaya murah bahkan dampak dari kebijakan moneter ini mampu membuat harga menjadi jauh lebih murah dikarenakan produk produk china kebanyakan meniru barang atau produk hampir sama dengan produk yang ada di pasaran dengan tingkat kualitas yang hampir idak jauh dengan kata buruk, namun kebanyakan daripada konsumen tidak peduli dengan kualitas mereka lebih mementingkan kuantitas yang lebih terjangkau sehingga tak hayal produk produk china laku di pasaran.
            Di era pengetahuan ini potensi sumber daya alam yang dimiliki sebuah negara tidak menjamin sebuah negara mampu mengembangkan dan menumbuhkan ekonomi secara berkelanjutan, dalam hal ini banyak negara.
            Negara maju yang juga menerapkan ekonomi berbasis pengetahuan khususnya negara china dimana china mampu menerapkan ekonomi berbasis pengetahuan dan bisa dinyatakan berhasil dan mampu menumbuhkan pertumbuhan ekonominya dengan baik ,jika dibandingkan dengan negara yang mengikuti basis ekonomi berbasis pengetahuan. China dalam tingkat perkembangannya yang tak lain dengan menerapkan konsep ekonomi berbasis pengetahuan bisa dibilang sukses dengan melihat tingkat pertumbuhan ekonomi yang setiap tahunnya semakin menunjukkan hasil positif dimana dengan pertumbuhan sebanyak 10% pertumbuhannya Pada tahun 1980an dimana china masih mengalami dilema politik kenegaraan dengan menganut aliran sosialisme yang masih tidak bisa berkembang dengan baik namun ketika pergantian pemimpin sekaligus perubaran aliran dimana aliran yang dianut ialah kapitalisme maka menunjukkan perubahan drastis

Analasis:

kalimat di atas termasuk kalimat  Induktif 

Alasannya

Diawali dengan penjelasan-penjelasan khusus: pada kalimat di atas terdapat penjelasan yang khusus mengenai ketidak menjaminan sebuah negara yang memiliki potensi sumber daya alam dapat menumbuhkan perekonomian secara berkelanjutan.

Kesimpulan yang merupakan kalimat utama terdapat di akhir paragraf: pada akhir kalimat ini terdapat kalimat utama dari penjelasan-penjelasan di atas yaitu perubahan dan pertumbuhan ekonomi dihasilkan dari pergantian pemimpin

Selasa, 13 Oktober 2015

TUGAS BAHASA INDONESIA 1



A.    Latar Belakang
            Sesuai dengan kodratnya, manusia dibekali dengan hasrat keingintahuan. Hasrat ingin tahu dalam diri manusia akan selalu memunculkan berbagai macam pertanyaan. Sebagai akibatnya, manusia juga selalu berusaha mencari jawaban terhadap pertanyaan yang muncul tadi. Hasrat ingin tahu tersebut akan terpenuhi apabila manusia memperoleh pengetahuan baru atau mampu memecahkan masalah sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan sendiri.
Biasanya manusia selalu berpikir jika berhadapan dengan banyak permasalahan. Akan tetapi, tidak semua masalah membuat kita terdorong untuk memikirkannya secara sungguh-sungguh. Kegiatan berpikir tentang sesuatu secara sunguh-sungguh dan logis inilah yang disebut Penalaran.
Berbicara penalaran, Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
B.     Pengertian Penalaran Ilmiah
Penalaran ilmiah pada hakikatnya merupakan gabungan dari penalaran deduktif dan induktif. Dimana lebih lanjut penalaran deduktif terkait dengan rasionalisme dan penalaran induktif dengan empirisme. Secara rasional ilmu menyusun pengetahuannya secara konsisten dan kumulatif, sedangkan secara empiris ilmu memisahkan antara pengetahuan yang sesuai fakta dengan yang tidak. Karena itu sebelum teruji kebenarannya secara empiris semua penjelasan rasional yang diajukan statusnya hanyalah bersifat sementara, Penjelasan sementara ini biasanya disebut hipotesis.
Hipotesis ini pada dasarnya disusun secara deduktif dengan mengambil premis-premis dari pengetahuan ilmiah yang sudah diketahui sebelumnya, kemudian pada tahap pengujian hipotesis proses induksi mulai memegang peranan di mana dikumpulkan fakta-fakta empiris untuk menilai apakah suatu hipotesis di dukung fakta atau tidak. Sehingga kemudian hipotesis tersebut dapat diterima atau ditolak.
C.     Contoh Gagasan Bersifat Ilmiah
Adapun beberapa cirri-ciri atau karakteristik dari bahasa Indonesia ragam ilmiah ini adalah :
1. Bahasa Indonesia bersifat cendekia artinya bahasa Indonesia itu mampu digunakan secara tepat untuk mengungkapkan hasil berpikir logis, yakni mampu membentuk pernyataan yang tepat dan seksama.
Contoh :
Infeksi cendawan pembentuk mikoriza (CPM) akan mempengaruhi serapan hara fosfor oleh tanaman inang melalui akar terutama tanaman yang tumbuh pada tanah yang kekurangan fosfor yang dimungkinkan oleh adanya hifa eksternal.
2. Bahasa Indonesia bersifat lugas artinya Paparan bahasa yang lugas akan menghindari kesalah-pahaman dan kesalahan menafsirkan isi kalimat dapat dihindarkan.Penulisan yang bernada sastra perlu dihindari.
Contoh :
a. Mahasiswa sering mendapatkan tugas yang tidak dapat dikatakan ringan sehingga kemampuan berfikirnya menjadi berada di awing-awang.
b. Mahasiswa sering mendapatkan tugas yang berat sehingga kemampuan berfikirnya menjadi menurun.

D.Perbedaan Berfikir Induktif dan Deduktif

Berpikir Deduktif
Deduksi berasal dari bahasa Inggris deduction yang berarti penarikan kesimpulan dari keadaan-keadaan yang umum, menemukan yang khusus dari yang umum. Deduksi adalah cara berpikir yang di tangkap atau di ambil dari pernyataan yang bersifat umum lalu ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus.Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Berpikir Induktif
Induksi adalah cara mempelajari sesuatu yang bertolak dari hal-hal atau peristiwa khusus untuk menentukan hukum yang umum. Induksi merupakan cara berpikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual. Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum
E.Perbedaan Karangan Ilmiah dan Non Ilmiah
 Karangan ilmiah
Karangan ilmiah adalah biasa disebut karya ilmiah, yakni laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu, makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian.
Tujuan karya ilmiah, antara lain:
· Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
    Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
    Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
    Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
    Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.
Manfaat penyusunan karya ilmiah bagi penulis adalah berikut:
· Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
· Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
· Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
· Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
· Memperoleh kepuasan intelektual;
· Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
· Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya
II. Karangan Non Ilmiah
Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).Ciri-ciri karya tulis non-ilmiah, yaitu:
· Ditulis berdasarkan fakta pribadi,
· Fakta yang disimpulkan subyektif,
· Gaya bahasa konotatif dan populer,
· Tidak memuat hipotesis,
· Penyajian dibarengi dengan sejarah,
· Bersifat imajinatif,
· Situasi didramatisir,
· Bersifat persuasif.
· Tanpa dukungan bukti
Jenis-jenis yang termasuk karya non-ilmiah, yaitu:
· Dongeng
· Cerpen
· Novel
· Drama
· Roman.
Sumber:
http://ichaledutech.blogspot.co.id/2011/09/bahasa-indonesia-ragam-ilmiah.html
http://nadiachya.blogspot.co.id/2012/04/perbedaan-antara-karangan-ilmiah-non.html